Berikut ini kumpulan KALIMAT-KALIMAT INSPIRATIF yang saya kutip dari buku “DUA TANGIS SEJUTA DAMPRAT” :
·
Kaya Bermanfaat, Miskin Bermartabat
Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin?
Sama sekali TIDAK. Kemiskinan kami adalah kemiskinan yang struktural.
Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di
semua kabupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa
menikmatinya bersama-sama.
·
Gampang menertawakan diri sendiri pertanda gampang melakukan
instropeksi. Orang yang hanya menertawakan orang lain pertanda awal bahwa dia
sulit melakukan intropeksi untuk melihat kekurangan diri.
·
Saya punya prinsip semuanya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau
bisa alirannya yang deras.
·
Saya memang suka bergurau. Kalau sedang tidak ada yang saya
tertawakan, saya sering mencoba menertawakan diri sendiri.
·
Orang boleh berangkat bersama-sama, tapi sampainya bisa amat berbeda.
Bahkan banyak pula yang tidak pernah sampai sama sekali.
·
Saya teringat pada gurauan pedagang sukses seperti ini : “Tuhan itu
baik. Tapi, uanglah yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik”.
·
Mau dioperasi besar pun saya tersenyum. Itulah sedekah yang sudah
sejak kecil diajarkan-dan yang dulu satu-satunya yang mampu kami lakukan.
·
Doa saya [waktu transplatasi hati] : Tuhan, terserah engkau sajalah!
Terjadilah yang harus terjadi. Kalau saja harus mati, matikanlah. Kalau saya
harus hidup, hidupkanlah. Selesai.
·
Saya sendiri rela saja kerja tengah malam setiap hari. Tidak pernah
merasa terbebani. Semua itu saya niatkan untuk memenuhi ajaran yang sejak kecil
ditularkan oleh bapak saya : qiyamul lail. Ibadah malam yang sangat dimuliakan.
·
Semua harus seimbang : beribadah dengan sungguh-sungguh seperti besok
akan mati, bekerja sungguh-sungguh seperti akan hidup seribu tahun lagi.
·
Orang ada batasnya. Barangkali batas saya sampai disitu.

