»

Laman

Tampilkan postingan dengan label Kalimat Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimat Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juli 2013

Dua Tangis Sejuta DAMPRAT


  
Judul di atas tadi merupakan sebuah judul yang sama dengan buku karangan Aris Darmawan tentang Dahlan Iskan seorang menteri BUMN dan sekaligus merupakan pendiri Jawa Pos Group. Beliau tidak dilahirkan dari keluarga kaya raya. Dari keci, beliau sudah digembleng untuk bekerja keras menjalani hidup. Hingga beliau berhasil menjadi orang sukses seperti sekarang.

                Berikut ini kumpulan KALIMAT-KALIMAT INSPIRATIF yang saya kutip dari buku “DUA TANGIS SEJUTA DAMPRAT” :

·         Kaya Bermanfaat, Miskin Bermartabat
Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin? Sama sekali TIDAK. Kemiskinan kami adalah kemiskinan yang struktural. Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di semua kabupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa menikmatinya bersama-sama.
·         Gampang menertawakan diri sendiri pertanda gampang melakukan instropeksi. Orang yang hanya menertawakan orang lain pertanda awal bahwa dia sulit melakukan intropeksi untuk melihat kekurangan diri.
·         Saya punya prinsip semuanya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa alirannya yang deras.
·         Saya memang suka bergurau. Kalau sedang tidak ada yang saya tertawakan, saya sering mencoba menertawakan diri sendiri.
·         Orang boleh berangkat bersama-sama, tapi sampainya bisa amat berbeda. Bahkan banyak pula yang tidak pernah sampai sama sekali.
·         Saya teringat pada gurauan pedagang sukses seperti ini : “Tuhan itu baik. Tapi, uanglah yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik”.
·         Mau dioperasi besar pun saya tersenyum. Itulah sedekah yang sudah sejak kecil diajarkan-dan yang dulu satu-satunya yang mampu kami lakukan.
·         Doa saya [waktu transplatasi hati] : Tuhan, terserah engkau sajalah! Terjadilah yang harus terjadi. Kalau saja harus mati, matikanlah. Kalau saya harus hidup, hidupkanlah. Selesai.
·         Saya sendiri rela saja kerja tengah malam setiap hari. Tidak pernah merasa terbebani. Semua itu saya niatkan untuk memenuhi ajaran yang sejak kecil ditularkan oleh bapak saya : qiyamul lail. Ibadah malam yang sangat dimuliakan.
·         Semua harus seimbang : beribadah dengan sungguh-sungguh seperti besok akan mati, bekerja sungguh-sungguh seperti akan hidup seribu tahun lagi.
·         Orang ada batasnya. Barangkali batas saya sampai disitu.