»

Laman

Rabu, 31 Juli 2013

Apa Kabar “GALAU”?


“Cukup sampai disini saja ya, tolong lupain aku, lebih baik kita temenan aja dari pada kamu terus sakit karena aku”.
Haloo? Emangnya dengan elo ninggalin gue, gue bakal galau tujuh hari tujuh malam gitu? Elo pikir gue bakal nangisin elo yang gak ganteng-ganteng amat itu ya ? bakal gak bisa move on sampai mati gitu? SORY AJA! :D Gue gak mau temenan sama “GALON”! *Eh salah, maksudnya GGGGGGAAAAAAALLLLLAAAAAAUUUUUU :D
Yah, cuplikan kisah di atas adalah segelintir problem yang biasa dialami anak-anak jaman sekarang. Virus galau lah, obat move on lah, dokter cinta lah, bla bla bla.. oke, mungkin kisah ini dialami oleh mayoritas orang di dunia. Tapi, tenang saja, kalian nggak sendiri kok! Sebagai manusia normal gue juga pernah kok ngrasain nelen pil “kegalauan” gue. Wajar dong,  gue juga pernah jadi manusia biasa, tapi gue nggak mau terus-terusan jadi manusia biasa. Gue harus jadi CEWEK CERIA! YOU MUST HAVE BEEN CHEERFULL, guys! Hidup ini terlalu singkat untuk menangisi penderitaan kita di dunia. Oke, kembali ke Anda, Anda masih menderita kegalauan akut? Masih belum bisa mbinasain “si dia”? pengen move on tapi gagal melulu?! Don’t worry, be happy ! gue sebagai mantan orang yang penah galau mau ngebagiin tips-tips buat ngilangin GALAU dan mempercepat move on! Yah, nasihat-nasihat ini gratis kok, ikuti atau abaikan ! J
  • 1.       Nangis boleh, tapi Jangan lebih dari satu jam!
“Aku bukanlah superman, aku juga bisa nangis, jika kekasih hatiku, pergi meninggalkan akuuu” Masih ingat lagu ini? Yah, lagu ini realitas kita banget loh. Temen-temen kalau mau nangis dan udah gak bisa nahan, NANGIS AJA! JANGAN DITAHAN! Karena nangis kalau ditahan terus menerus bakal membengkak di hati dan menyebabkan galau yang berkepanjangan. Eits, tapi bukan berati nangis itu halal yaaa, saran gue kalian hanya diberi waktu nangis satu jam untuk melegakan hati kalian yang udah remuk, hancur, terbakar, gosong dan hampir jadi abu! Selebihnya kalian harus bisa ceria kembali. Jangan buang-buang  airmata kamu yang terlalu suci itu hanya untuk orang yang udah tega ngebuang kamu!! Ihh najis lah yau :D

  • 2.       Cari temen curhat yang jujur, amanah, dan fathonah!
Kalau yang ini hukumnya farduain guys! Udah gak perlu gue bilangin, kalian pasti udah cari temen curhat sendiri. Yah, inilah manusia, makluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Senin, 29 Juli 2013

Segelas Es Teler dan Kebahagiaan



Segelas Es Teler dan Kebahagiaan

Ketika ramuan hati bukan citarasa lagi
dan semua terkikis, enggan berbagi
Kala trendmark globalisasi menggelayut tinggi
yang tersisa hanyalah senyum-senyum antipati
Hei, inilah gelas-gelas dunia yang teraktualisasi
Manakala kebahagiaan bukan lagi aksi
Dimanakah kebersamaan yang beralih fungsi ?

Lihatlah, ini ruang kebahagiaan
Kala segelas es teler meramu kenikmatan
Yang menggema hanyalah senyum
Dari butir citarasa yang ranum

Es teler 77 dan sepotong kebahagiaan
Dalam gelas-gelas kesejukan
Berbagi bukan lagi mimpi
Bukan halnya fantasi yang menggantung tinggi

Dalam kesenggangan yang langka
Kebahagiaan adalah bersama senyum mereka
Duduk semeja, makan bersama, minum bersama
Hei, inilah citarasa !

Segelas es teler dan kebahagiaan yang bersemi
Kala ramuan menjadi citarasa hati ..



                                                                                                            Kediri, 10 Maret 2013
                                                                                                            

Untukmu, Akhi ..


Untukmu, Akhi ..
(Amalia Safitri)

Aku bukan lagi mawar seperti dulu
Aku tak lagi matahari sepert kemarin
Aku bukan lagi penopang hati yang selalu dinanti
Untukmu, Akhi..
Cintaku sederhana, tidak lagi seperti debu yang melekat
Cintaku sabar, dalam penantian di peraduan senja
Cintaku luas, mengarungi sempitnya rasa di hatimu
Untukmu, Akhi..
 Kau adalah senja dan aku kegelapan
 Kau adalah mawar, sedang aku dalam kelayu
Kau adalah penopang hati, kala aku ringkih menanti

Percakapan Dini Hari


Percakapan Dini Hari
Amalia Safitri Hidayati


“Kenapa tak pulang? Lihat jammu! Ini sudah dini hari”
“Kamu tahu sendiri kan, beginilah risiko pekerjaanku. Pengertian sedikitlah..”
“Aku gak mau tahu. Tolong transfer aku Rp 20 juta. Besok aku pergi ke Paris, ada acara  dengan teman-teman arisanku”
“Ha?? Ke Paris lagi? Mau ngapain lagi kamu? Tabungan kita sudah hampir habis, Sayang”
“Kamu tahu kan, aku ini wanita sosialita. Beginilah gaya hidupku. Kebutuhanku juga banyak. Sebelum kita menikah, kamu kan sudah janjii, sanggup memenuhi semua kebutuhanku. Dengan cara apa kek, kamu itu sebagai suami harus banyak akal dong!”
“Jujur, aku tak sanggup lagi menuruti gaya hidupmu yang hedonis. Selama 10 tahun kita menikah, sudah banyak cara yang aku halalkan hanya untuk memenuhi semua kebutuhan tidak pentingmu. Kurasa sudah cukup aku dikejar dosa, Sayang..”
“Hei, sejak kapan kamu ingat dosa? Kamu itu direktur, Sayang.. Tak apalah, jika kamu sedikit mengambil uang dari mereka. Itu sepadan dengan pekerjaanmu yang berat. Kamu sudah berkorban banyak waktu, meninggalkan istrimu, meninggalkan anakmu, tak pernah sedikit pun kamu menikmati hasil jerih payahmu. Apakah rakyat-rakyatmu akan pengertian dengan keluargamu? SAMA SEKALI TIDAK!”
“Masya Allah, kita sudah sering memperdebatkan masalah ini. Aku sudah terlalu banyak memakan uang rakyat. Sebenarnya, gajiku sudah sangat cukup banyak kok, asal kamu mau sedikit mengurangi kebutuhan-kebutuhan mewahmu. Belajarlah untuk hidup sederhana, Sayang. Seperti awal pertama kita menikah dulu. Jangan kau berubah hanya karena nafsumu. Kamu tetap istriku yang cantik, sekalipun kamu tidak memakai perhiasan, sekalipun kamu hanya mengenakan baju daster dan sandal jepit. Sungguh, aku merindukan kamu yang dulu, Irene.”
“Kamu tidak usah menceramahiku tentang kesederhanaan. Aku sudah berpengalaman tentang kemiskinan dan kesengsaraan. Roda kehidupan terus berputar, Sayang. Kita sudah pernah merasakan hidup di bawah dan selalu terinjak-injak. Kini saatnya kita berada di atas. Nikmatilah apa yang kamu punya sekarang! Belum tentu kita bisa hidup kaya raya selamanya. Jujur, aku sudah capek menjadi istrimu. Kamu bukan suami yang selalu ada buat istri dan anakmu”
“Irene, tolong pengertianlah.. Jangan berkata seperti itu! Aku akan berusaha menjadi suami yang baik....”
Tiiit.. Tiit.. Tiit..
“Halo?? Halo!! Irene...?”

Dua Tangis Sejuta DAMPRAT


  
Judul di atas tadi merupakan sebuah judul yang sama dengan buku karangan Aris Darmawan tentang Dahlan Iskan seorang menteri BUMN dan sekaligus merupakan pendiri Jawa Pos Group. Beliau tidak dilahirkan dari keluarga kaya raya. Dari keci, beliau sudah digembleng untuk bekerja keras menjalani hidup. Hingga beliau berhasil menjadi orang sukses seperti sekarang.

                Berikut ini kumpulan KALIMAT-KALIMAT INSPIRATIF yang saya kutip dari buku “DUA TANGIS SEJUTA DAMPRAT” :

·         Kaya Bermanfaat, Miskin Bermartabat
Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin? Sama sekali TIDAK. Kemiskinan kami adalah kemiskinan yang struktural. Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di semua kabupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa menikmatinya bersama-sama.
·         Gampang menertawakan diri sendiri pertanda gampang melakukan instropeksi. Orang yang hanya menertawakan orang lain pertanda awal bahwa dia sulit melakukan intropeksi untuk melihat kekurangan diri.
·         Saya punya prinsip semuanya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa alirannya yang deras.
·         Saya memang suka bergurau. Kalau sedang tidak ada yang saya tertawakan, saya sering mencoba menertawakan diri sendiri.
·         Orang boleh berangkat bersama-sama, tapi sampainya bisa amat berbeda. Bahkan banyak pula yang tidak pernah sampai sama sekali.
·         Saya teringat pada gurauan pedagang sukses seperti ini : “Tuhan itu baik. Tapi, uanglah yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik”.
·         Mau dioperasi besar pun saya tersenyum. Itulah sedekah yang sudah sejak kecil diajarkan-dan yang dulu satu-satunya yang mampu kami lakukan.
·         Doa saya [waktu transplatasi hati] : Tuhan, terserah engkau sajalah! Terjadilah yang harus terjadi. Kalau saja harus mati, matikanlah. Kalau saya harus hidup, hidupkanlah. Selesai.
·         Saya sendiri rela saja kerja tengah malam setiap hari. Tidak pernah merasa terbebani. Semua itu saya niatkan untuk memenuhi ajaran yang sejak kecil ditularkan oleh bapak saya : qiyamul lail. Ibadah malam yang sangat dimuliakan.
·         Semua harus seimbang : beribadah dengan sungguh-sungguh seperti besok akan mati, bekerja sungguh-sungguh seperti akan hidup seribu tahun lagi.
·         Orang ada batasnya. Barangkali batas saya sampai disitu.

Senin, 22 Juli 2013

Tips Memilih Jurusan Kuliah

Hai bro, lama nggak ng-post nih. Ini postingan pertama gue setelah vakum berpuluh-puluh tahun *eciilee. lebay. nah, berhubung gue udah kelas tiga dan sebentar lagi mau beranjak ke bangku perkuliahan, jadi mahasiswi, jauh dari keluarga dan ortu. maka, gue sebagai siswa yang baik harus pandai-pandai memilih jurusan yang sesuai minat, peluang, dan bakat gue, Nah, untuk kalian yang merasa galau atau gundah gulana. Gue punya tips dan trik agar kalian gak salah pilih dalam menentukan jurusan

1. Kenali Dirimu Sendiri
    Kalian sudah dewasa bro, sudah saatnya kalian tahu passion kalian. Sebenernya memilih jurusan kuliah itu gampang-gampang susah bro. Kalian hanya harus tahu minat, kemampuan dan peluang kalian. Misalnya, kalian suka bekerja kelompok atau individu? Nah, kalau kalian suka bekerja secara tim, kalian bisa memilih jurusan ilmu sosial dan politik, hukum, hubungan internasional, jurnalistik, dan jurusan lain yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Nah, lain lagi kalau kalian suka bekerja secara individu. Kalian bisa memilih jurusan Ilmu komputer, desain grafis dan lain-lain. Cukup mudah, bukan ?

2. Pandailah Mencari Peluang
Terkadang ada orang yang ahli dalam jurusan tersebut, tapi masih juga gagal menembus tesnya. Oh, why? Hal ini bisa jadi karena banyaknya calon mahasiswa yang berminat di jurusan tersebut istilahnya, jurusan tersebut sudah terlalu mainstreamdan banyak pula universitas yang membuka fakultas tersebut. Kalau lulusan dari jurusan tersebut banyak, maka bisa jadi peluang pengangguran di tahun mendatang pun juga seabrek. Kalau ingin cari aman, pilihlah jurusan yang memiliki sedikit peminat tapi mempunyai prospek kerja yang besar. Hal ini dapat membantu kalian agar bisa masuk ke universitas favorit dan mempunyai peluang pengangguran yang kecil.

3. Usahakan sesuaikan dengan cita-cita masa depan
Pernah dengar pepatah, gantung cita-citamu setinggi langit? menurut saya itu pepatah sah-sah saja. Sejak kecil, kita sering menjumpai pertanyaan "Amalia, kalau udah gede mau jadi apphah??" "Jadi doktel, jadi gulu, (baca: dokter, guru)" Nah, jangan sampai kamu berhenti menggantung cita-citamu hanya karena salah memilih jurusan. Mulai dari sekarang berusahalah mencintai dan menyayangi citacitamu. Rawatlah cita-citamu hingga ia tumbuh besar dan dewasa kelak *ceileeeh bijak bangetz.