- Hidup adalah perjalanan menuju pulang
- Walau sy bkn org baik, ttp saja sulit percaya klau dunia sdh segila ini
- memaafkan memang mudah, yang susah itu mempercayai kembali...
- Dan sembuhkan luka org yang melukaimu
- Tuhan menciptakanmu dg sempurna, jgn underestimate dg dirimu...
- Menulis itu satu hal, dan apa yang ada di dalam hatimu adalah hal lain...
- Orang takut pada apa yang dia tidak ketahui...
- Jangan sampai di tubuhnya melekat keringat pelacur. Peluk dia untukku
- Anak kita, masih duduk di bangku SD, kl tidak jadi pembunuh, ya jadi korban yg terbunuh..... miris....
- Kl hardik, bentak dan gebuk sj sudah dipamerkan sejak dari dalam rumah, kita telah ikut melahirkan anak2 calon pelaku kekerasan...
- Simpul2 kekerasan terus dipamerkan, bahkan di ajang terhormat, diskusi antar (katanya) orang hebat di layar kaca sekali pun....
- cctv cuma "alat rekam" bukan jawaban pamungkas utk menghentikan kekerasan dan perundungan seksual....
- Ketika sikap disiplin, bertanggungjawab dan tangguh dlm mental dilatih dan ditempa dg aksi kekerasan dan pembunuhan (karakter)....
- Kekerasan itu pada hakikatnya bukan unsur budaya, kalau sampai lahir budaya kekerasan, sdh semestinya mencari dan memusnahkan akarnya...
- bahkan yg sudah menikah pun belum tentu berjodoh....
- Rahasia agar tak putus cinta..... Jangan jatuh cinta
- mantan itu guru yang mengajarkan indahnya terluka... Yg mengubah kepompong menjadi kupu-
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Mei 2014
Kumpulan Tweets Maman Suherman (NoTulen Indonesia Lawak Klub)
Jumat, 24 Januari 2014
Mengapa Memilih Sastra Indonesia?
Kini saya sedang bingung memilih jurusan kuliah yang tepat. 'Tepat' dengan kemampuan dan minat saya. Mungkin dari beragam jurusan IPS 'agak' tertarik dengan jurusan Ilmu Komunikasi karena memang saya ingin bekerja di bidang pers. Namun, setelah saya pikir-pikir agaknya saya sedikit 'minder' dengan kemampuan dan banyaknya peminat di jurusan ilmu komunikasi. Saya pun mencoba mencari peluang jurusan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan peluang. Maka saya pun memutuskan memilih jurusan "SASTRA INDONESIA". Mengapa?
- Karena saya hobi membaca dan menulis sejak kecil. Bahkan menulis diary saya jadikan sebagai hobi.
- Karena semakin sedikit generasi muda sekarang yang peduli akan bahasa Indonesia. Kebanyakan lebih memilih menggunakan bahasa 'slang' atau bahasa luar negeri yang berpotensi memusnahkan eksistensi bahasa Indonesia. Nah lho, kalau punah salah siapa?
- Setelah saya teliti lagi, ternyata peluang kerja lulusan sastra Indonesia juga gak kalah keren. Setelah lulus nanti, kita bisa menjadi penulis, editor, pembuat naskah film/iklan, bekerja di Pusat Bahasa dan Penelitian, menjadi penerjemah, pemandu wisata, ahli bahasa dan lain sebagainya.
- Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar maka kita semua sama halnya dengan merawat warisan budaya nenek moyang kita serta mengapresiasi lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928 silam. Mulia sekali, kan?
Senin, 20 Januari 2014
Ini Imajinasiku. Apa Imajinasimu? (Cerita di Balik School Contest VII)
·
Amalia Safitri Hidayati (As a
Reporter)
“Yang terucap akan lenyap,
yang tercatat akan teringat ..”
Kalimat
ampuh inilah yang menginspirasi saya dalam menulis. Dengan menulis, segala
kenangan kita akan kembali meski jaman sudah berganti. Di sisi lain, saya bisa
menumpahkan imajinasi yang terperi dalam karya yang abadi. Terkadang, saya
berimajinasi bahwa kelak tulisan saya akan MENGUBAH DUNIA. Karya saya akan
dikenang sepanjang masa oleh dunia. Melalui tulisan saya, dunia akan tahu bahwa
sebuah karya sastra akan menggambarkan jaman yang telah berlalu.
Mengikuti
Journalist Blog Competition merupakan passion saya. Motivasi saya
ikut contest ini adalah untuk mewujudkan imajinasi saya menjadi seorang
penulis.
Selasa, 26 November 2013
Quote “Dee” dalam Novel Supernova
![]() |
| Dee dan "Supernova" |
- Tidak awal dan akhir. Tidak ada sebab dan akibat. Tidak ada ruang dan waktu. Yang ada hanyalah ada.
- Sia-sialah orang yang berusaha menjadi batu di arus ini, yang menginginkan kepastian ataupun ramalan masa depan karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya.
- Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana. Temukan keagungan sahabat nan mulia.
- Kebenaran yang utuh baru kamu dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. Tidak Cuma sebelah.
- Betapapun dalamnya kebahagiaan itu, selalu ada kekecewaan yang sama dalam.
- Semua berawal dari satu gerakan. Semua berawal dari satu ide. Semua berawal dari satu getar sel abu-abu.
- Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. Menurut saya, mimpi merupakan bentuk lain dari suatu kreativitas. Menjadi kreatif tidak kenal siang atau malam.
- Pekerjaan tanpa mimpi atau tanpa waktu untuk bermimpi, adalah pekerjaan robot. Bukan manusia.
Senin, 18 November 2013
Quote Dewi “Dee” Lestari- Perahu Kertas
![]() |
| Dee dengan Perahu Kertas-nya |
- “Aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. Bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
- “Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”
- “Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.”
- “Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.”
- “Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”
- “Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan”
Sabtu, 16 Juni 2012
Jadi Remaja Langit yuuukkkk !!!!
Zona
remaja adalah zona yang sangat rentan. Pada masa ini, remaja sering dihadapkan
pada masalah – masalah seputar dirinya, baik seputar sekolah, masa pubertas,
sampai masalah kedamaian hidup. Selain itu, masa remaja adalah masa yang
menentukan tingkat kematangan menuju kedewasaan. Maka dari itu, hendaklah pada
masa ini waktu tidak digunakan dengan sia – sia.
Sesungguhnya,
remaja mempunyai banyak ambisi dan harapan yang ingin diraihnya. untuk meraih
ambisi tersebut, remaja hendaknya mengetahui tentang aktivitas apa yang baik
untuk dilakukan dan yang buruk untuk
ditinggalkan. Apabila kita sudah berhasil mencapai puncak dari harapan
tertinggi, maka dapat dikatakan kita sudah bisa menjadi remaja langit. Buku ini
memberikan beberapa tips agar dapat menjadi remaja langit. Berikut ini adalah
tips – tipsnya :
1. Iman dan
Amal harus selalu bertambah
Cara Mudah Masuk Surga
Setiap manusia pasti menginginkan dirinya masuk
surga. Dalam banyak ayat dan hadits
dijelaskan bahwa sebab – sebab orang masuk surga adalah karena aqidah dan
amalannya diterima oleh Allah Subhanahu Wataala. Ada beberapa syarat, agar
amalan dapat diterima oleh Allah Subhanahu Wataala, yaitu :
1.
Orang tersebut harus beragama islam.
2.
Harus ikhlas dalam beramal.
3.
Melaksanakan amalan yang diperintahkan Rasul.
Buku ini membahas tentang berbagai cara untuk
menempuh jalan menuju surga atas izin Allah SWT. Cara- cara tersebut adalah :
1.
Beriman, beramal shaleh, dan takwa kepada Allah.
2.
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
3.
Jihad di jalan Allah.
4.
Taubat dan Istiqomah
dalam memegang agama Allah.
5.
Menuntut ilmu syari’ karena ridha Allah SWT.
6.
Membangun masjid.
7.
Berakhalak mulia
8.
Selalu bersuci ketika berhadats dan shalat dua
rakaat setelah adzan.
9.
Berangkat dan kembali dari masjid untuk melaksanakan
shalat
10.
Memperbanyak sujud kepada Allah
11.
Haji Mabrur.
12.
Membaca ayat kursi setelah selesai shalat fardhu
13.
Shalat tathawu’ 12 rakaat dalam sehari semalam
14.
Mengucap salam, memberi makan orang miskin, dan
memperbanyak shalat malam
15.
Menjaga pandangan, kemaluan, dan tangan (dari
memukul orang)
16.
Menaati suami
Sabtu, 02 Juni 2012
Begin by Writing
Akhir-akhir ini saya sering kehabisan bahan buat nulis. hehe. Mungkin karena tidak ada "kejadian luar biasa" kali yah. Sebenarnya menulis itu adalah seni. Sama seperti melukis, yang dimana memerlukan perasaan/kondisi kejiwaan saat menuangkan gambar ke dalam kanvas. Menulis pun demikian. Kadang-kadang cara pemikiran kita yang sekarang dengan cara pemikiran kita di satu jam yang akan datang, bisa berbeda. Untuk itu, sering diperlukan "timing" yang tepat juga saat menulis. Menulis sama seperti melukis, tidak bisa dipaksa. kalau dipaksa, hasilnya tidak akan maksimal, seperti kalimat yang kurang tajam, tidak jelas, banyak memutar dan sebagainya. Intinya adalah bagaimana kita harus menyatukan pikiran kita dengan tangan untuk mengetik di keyboard dan dituangkan kedalam "kanvas modern" kita, yaitu layar monitor.
Dalam ngeblog, kesulitan yang utama sebenarnya bukan terletak pada bagaimana cara kita mendesain tampilan sebagus mungkin, dengan mengutak atik ratusan kali koding html, melainkan bagaimana semangat kita untuk terus tetap menulis. Kebanyakan blogger hanya musiman, setelah membaca iklan "cara cepat menjadi kaya", atau "duduk 2 jam depan komputer bisa dapat 100 juta", dsb, dimana seseorang dituntut untuk minimal mempunyai sebuah blog atau website sebagai "base" nya. Padahal, itu semua menurutku hanya hayalan saja. Dari 1 juta orang yang berbisnis di internet, hanya 0,0001% saja yang akan sukses. Lho, terus sisanya kemana? Sisanya kemakan zaman. Belum apa-apa sudah letoy duluan. Padahal semangat nge-blog di awal-awal begitu menggebu.
Bagi saya, menulis adalah sebuah cara untuk menumpahkan pikiran dan emosi. Dengan menumpahkan hal tersebut dalam "kanvas", sedikit banyak akan mengurai kegalauan dalam batin. Dengan demikian, kondisi kejiwaan akan kembali menjadi tenang. Semoga catatan ini dapat membantu bagi orang lain dalam memahami apa arti "menulis" yang sesungguhnya.
Dalam ngeblog, kesulitan yang utama sebenarnya bukan terletak pada bagaimana cara kita mendesain tampilan sebagus mungkin, dengan mengutak atik ratusan kali koding html, melainkan bagaimana semangat kita untuk terus tetap menulis. Kebanyakan blogger hanya musiman, setelah membaca iklan "cara cepat menjadi kaya", atau "duduk 2 jam depan komputer bisa dapat 100 juta", dsb, dimana seseorang dituntut untuk minimal mempunyai sebuah blog atau website sebagai "base" nya. Padahal, itu semua menurutku hanya hayalan saja. Dari 1 juta orang yang berbisnis di internet, hanya 0,0001% saja yang akan sukses. Lho, terus sisanya kemana? Sisanya kemakan zaman. Belum apa-apa sudah letoy duluan. Padahal semangat nge-blog di awal-awal begitu menggebu.
Bagi saya, menulis adalah sebuah cara untuk menumpahkan pikiran dan emosi. Dengan menumpahkan hal tersebut dalam "kanvas", sedikit banyak akan mengurai kegalauan dalam batin. Dengan demikian, kondisi kejiwaan akan kembali menjadi tenang. Semoga catatan ini dapat membantu bagi orang lain dalam memahami apa arti "menulis" yang sesungguhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




