»

Laman

Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2014

Surat untuk Sahabat: Menanti Rona

Note: Dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Surat untuk Sahabat yang diadakan Radar Kediri, Radar Nganjuk, dan BNN Nganjuk tahun 2014
                                                                        

Dear Rona, My Livelong Playmate ...
Apa kabar kawan masa kecilku? Apakah harimu masih indah se-indah mimpi-mimpimu di kala kau beranjak sepuluh tahun? Mimpi yang pernah kau gumamkan saat bibir mungilmu meniup lilin di atas kue tart bertumpuk tiga tingkat itu? Mimpi yang dua tahun kemudian melebur bersama aspal-aspal jalanan, merenggut, dan mengubur hidup-hidup segala keindahan masa sekolahmu. Beban hidup yang kau tanggung seorang diri, memaksamu menyelami panasnya metropolitan, bergumul dengan puluhan pengais nafkah jalanan, bahkan membaringkanmu di emperan toko di kala matahari pun enggan memicingkan matanya.
Apa kabar Rona, teman bermain dan mengajiku? Apa kau masih saja bergumul dengan hitamnya pelangi yang tak menjanjikan secuil mimpi, yang hanya memberikanmu paranoid ketika kau bersamanya? Hanya pil-pil pahit ini sebab kau ingin mencari pelipur lara. Kau torehkan kulit putihmu dengan jarum suntik sebagai bagian upaya lari dari segala kelam. Mungkin jalan ini tak sepenuhnya keinginanmu, Sayang. Aku berusaha memahami. Kau tak biasa hidup dalam ke-sebatangkara-an. Kau terlahir dengan cukup indah, dengan ayah bundamu yang senantiasa mencurahkan kasih sayang. Tentu kau tak perlu banyak merengek untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Ingatkah saat kau membuat iri banyak temanmu ketika ayahmu membawakanmu segudang mainan? Lantas dengan senang hati kau bagikan mainan-mainan itu ke temanmu-temanmu yang tak seberuntung kamu. Sungguh mulia hatimu, Rona.