»

Laman

Selasa, 06 Mei 2014

Kumpulan Tweets Maman Suherman (NoTulen Indonesia Lawak Klub)

  1. Hidup adalah perjalanan menuju pulang
  2. Walau sy bkn org baik, ttp saja sulit percaya klau dunia sdh segila ini
  3. memaafkan memang mudah, yang susah itu mempercayai kembali...
  4. Dan sembuhkan luka org yang melukaimu
  5. Tuhan menciptakanmu dg sempurna, jgn underestimate dg dirimu...
  6. Menulis itu satu hal, dan apa yang ada di dalam hatimu adalah hal lain...
  7. Orang takut pada apa yang dia tidak ketahui...
  8. Jangan sampai di tubuhnya melekat keringat pelacur. Peluk dia untukku
  9. Anak kita, masih duduk di bangku SD, kl tidak jadi pembunuh, ya jadi korban yg terbunuh..... miris....
  10. Kl hardik, bentak dan gebuk sj sudah dipamerkan sejak dari dalam rumah, kita telah ikut melahirkan anak2 calon pelaku kekerasan...
  11. Simpul2 kekerasan terus dipamerkan, bahkan di ajang terhormat, diskusi antar (katanya) orang hebat di layar kaca sekali pun....
  12. cctv cuma "alat rekam" bukan jawaban pamungkas utk menghentikan kekerasan dan perundungan seksual....
  13. Ketika sikap disiplin, bertanggungjawab dan tangguh dlm mental dilatih dan ditempa dg aksi kekerasan dan pembunuhan (karakter)....
  14. Kekerasan itu pada hakikatnya bukan unsur budaya, kalau sampai lahir budaya kekerasan, sdh semestinya mencari dan memusnahkan akarnya...
  15. bahkan yg sudah menikah pun belum tentu berjodoh....
  16. Rahasia agar tak putus cinta..... Jangan jatuh cinta
  17. mantan itu guru yang mengajarkan indahnya terluka... Yg mengubah kepompong menjadi kupu-

Senin, 05 Mei 2014

Terima Kasih, Kekasih

Note : Pernah dikirim untuk lomba puisi cinta untuk kekasih yang diselenggarakan oleh AuraIde
________________________________________________________

Terima kasih, kekasih
Kau benamkan mendung dalam mataku
Jatuh dalam titik bayang pandangmu
Aku takbisa menolak, kekasih
Aku sudah buta, hanya hatiku berkata
Terima kasih, kekasih
Kau elokkan yang suram itu
Bertumpu di titik jurang sikapmu
Aku hanya bisa menerima
Aku sudah mati, hanya hatiku mencari
Terima kasih, kekasih
Penerimaanmu alirkan kembali darah merah mudaku
Kau maniskan telaga kepayauanku
Aku sudah bunga, hanya hatiku menganga
Terima kasih, kekasih
Kau t’lah lahirkan cinta dalam mandulnya kesendirian
Lalu, aku bisa apa, kekasih?
Jika kau terlalu sempurna ‘tuk kembali di hati

   Amalia Safitri Hidayati