»

Laman

Jumat, 15 November 2013

Tips agar Hidup Selalu Semangat

 Hidup hanya sebentar. Pantaskah kita membuang waktu kita hanya untuk menangisi hal-hal sepele dan sementara. Tentu tidak! Kita tidak dilahirkan hanya untuk meratapi nasib dan pasrah akan keadaan. Kita adalah manusia, yang bisa menentukan kunci hidup kita masing-masing, bukan robot yang selalu pasif, bukan pula sampah yang tak patut dipandang. Sudah sewajarnya, kita menjalani hidup dengan semangat. Semangat bekerja, semangat belajar, dan semangat beraktivitas. Oke, buat kamu yang masih merasa belum punya cukup semangat untuk itu, tenang aja! Ini tips agar hidupmu selalu semangat. Check this out! 

1. Bergaulah dengan orang-orang yang semangat!

 Hindari lingkungan yang ngomongnya galau melulu, karena aura kesedihan dan kemalasan itu seperti penyakit menular. Coba ingat, ketika kita lihat ada orang menguap di sekitar kita, bukankah kita seringkali ikut-ikutan mengantuk?

Kamis, 14 November 2013

MENULIS PUISI ITU GAMPANG?

Oleh Maroeli Simbolon, S.Sn

bulan di atas kuburan

Demikian isi puisi ”Malam Lebaran” karya Sitor Situmorang. Puisi sebaris, teramat pendek, dan sederhana yang menimbulkan polemik. Di antaranya, banyak bersuara nyinyir, ”Cuma sebegitukah menulis puisi? Sesederhana itukah puisi? Berarti, gampang menulis puisi — tak perlu sampai ‘berdarah-darah’ dan samedhi.” Benarkah demikian?

Bagi penyair, puisi adalah kebanggaannya, aliran darahnya, pelepasan ekspresinya, kepribadiannya, ciri khasnya, napas hidupnya – bahkan, sarana mencari sesuap nasi. Penyair menjadi mati – disebut tak berkarya – jika tidak menulis puisi. Sekian banyak kredo yang disampaikan penyair untuk menguatkan puisi — seperti kredo Sutan Takdir Alisyabana, Chairil Anwar, dan Sutardji Calzoum Bachri; dan bejibun arti yang dikemukakan para ahli mengenai puisi, tetapi bagi orang awam, puisi adalah puisi – barisan kata dan kalimat yang mempunyai bait, rima, irama, dan sebagainya. Artinya, puisi tidak sepenting doa atau kitab suci.
***