»

Laman

Selasa, 26 November 2013

Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh


Ksatria jatuh cinta pada putri bungsu dari kerajaan bidadari.
                                                           Sang Putri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastel untuk belajar terbang pada kupu-kupu.
Tetapi, kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.
Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara.
Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatria sedih, tapi tak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi,
Lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun, sang Putri masih jauh di awang-awang,
Dan tak adaangin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.

Sampai satu malam, ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.
Namun, kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Putrinya, ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan,
Menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaanya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan, ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tanganya. “Inilah perjalanan sebuah cinta sejati,” ia berbisik,
“tutuplah matamu, Ksatria. Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaanya.”
Melesatlah mereka berdua. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil,
Tapi hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan, ia merasakannya. “Berhenti!”
Bintang jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat sesosok putri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan gugus orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu. Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan sang putri.
Ksatria yang malang,
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan aurora.
Untuk mengenang kebaikan dan ketulusan hati Ksatria

Dee, Supernova.

0 komentar:

Posting Komentar